dasar fotografi

Fotografi Pemula

Tak ada kamera yg dirancang untuk pemula. Kalau ada, kamera itu umurnya akan pendek sekali.

1. Pedoman u yg baru mau mulai hobi fotografi dan mau beli kamera.

2.Yakinkan diri bahwa Anda memang perlu beli kamera, bukan cuma ikut2an. Kamera itu butuh uang banyak.

3.Tentukan, kamera yg Anda beli u apa ? Untuk hobi serius atau untuk dibawa merekam apa saja kapan pun?.

4.Kalau untuk senjata harian, u merekam apa saja, Anda cukup beli kamera saku. DSLR akan membebani Anda.

5.Kamera saku tak perlu mengacu merek krn Anda tak perlu ganti2 lensa. Pilih merek terkenal dan pilih model yg Anda suka.

6.Walau cuma kamera saku, biasakan membeli yg garansi resmi. Harga BM tak beda banyak, dan itu akan merepotkan nantinya .

7.Bawa kamera saku setiap hari dan usahakan minimal sekali memotret. Kamera Anda akan awet kalau dipakai teratur.

8.Kalau Anda yakin akan berhobi fotografi secara serius, bolehlah memutuskan beli DSLR .

9. Beli kamera DSLR hrs dgn keyainan bahwa itu bukan pengeluaran pertama. Akan banyak pengeluaran selanjutnya.

10. Dlm membeli DSLR, pilihan merek sangat menentukan masa depan. Pilihan merek ibarat pilihan rel yg akan dilewati .

11. Dlm membeli DSLR, tak pernah ada merek terbaik. Yg ada adalah merek yg memberi Anda kelangsungan hobi/profesi dgn baik.

12.Dlm menentukan pilihan merek yg akan dibeli, patokannya adalah teman2 terdekat Anda pakai apa?

13.Persamaan merek dgn teman2 dekat memberi Anda banyak kemudahan, dan beli asesori sampai dgn memahami error

14. Ada kamera entry level, yaitu DSLR termurah, ada kamera semi pro, dan ada kamera DSLR kategori pro

15. DSLR entry level adalah DSLR termurah, biasanya sekitar Rp 5 juta, dan ini tidak buruk. Hanya, kemampuan terbatas

16. DSLR entry level pun bisa menghasilkan foto untuk kaum pro, dan bisa melakukan apa pun, tp sekali lagi: terbatas

17.Sedangkan DSLR semipro, kadang jg dipakai kaum pro untuk cadangan. Jd, kemampuan jg bagus. Harga sekitar belasan juta

18.Intinya, beliliah DSLR sebatas uang yg ada…makin mahal makin baik dan sesungguhnya makin awet secara umum krn bahan lbh baik

19.DSLR entry level itu kalau di Canon yg tiga dan empat digit…di Olympus yg tiga digit…di Nikon pokoknya yg sekitar 6 juta

20.Ada yg beranggapan bahwa poket bisa digantikan HP. Ada benarnya, tp HP tak bisa tele

21. Di antara poket dan DSLR, ada prosumer. Tak bisa masuk saku, tp juga belum setara DSLR dlm banyak hal

22. Prosumer saat ini juga melingkupi mirrorrless camera, walau MLC kadang lbh bgs dp entrylevel

23.Kamera apa pun yg Anda punya sebaiknya dipakai tiap hari krn akan lbh awet. Jarang dipakai adalah salah satu sumber error

24. Kamera digital apa pun, umurnya cuma sekitar 6 tahun, dipakai atau tak dipakai. Jadi, sebaiknya dipakai terus..

 

Semoga Bermanfaat.

Categories: dasar fotografi, fotografi, tips fotografi | Tags: | Tinggalkan komentar

Dasar-dasar fotografi

11

Fotografi adalah seni mengambil gambar dengan menggunakan kamera. Meskipun Anda menempatkan fotografi sebagai sebuah hobi dan tidak untuk ditekuni secara profesional, setidaknya Anda perlu memahami dasar-dasar tentang fotografi seperti yang dilansir dari eHow (23/06) berikut ini.

Komposisi
Komposisi adalah pengaturan objek yang akan diambil gambarnya. Ada sebuah aturan bernama the rule of thirds yang membuat Anda harus membayangkan bingkai persegi panjang menjadi sembilan bagian yang berukuran sama. Anda membutuhkan garis-garis vertikal dan horizontal bayangan kemudian mencoba untuk menyelaraskan objek utama agar komposisi tampak seimbang dan estetis.

Tekstur
Tekstur merupakan kebutuhan sebuah foto yang membutuhkan kecermatan oleh si pengambil foto. Tekstur melibatkan foto berupa kompleksitas permukaan sepotong kayu atau kain bermotif yang seolah bisa disentuh setelah gambar diambil.

Kedalaman
Kedalaman adalah penciptaan rasa tiga dimensi dalam sebuah foto. Kedalaman ini bisa diciptakan dengan mengatur fokus, pembingkaian dan sudut pandang. Fokus melibatkan banyak zoom pada beberapa objek tertentu, sehingga ia akan tampak begitu bening sementara sekelilingnya buram. Sementara pembingkaian melibatkan identifikasi objek yang tampak dekat, meskipun sebenarnya jauh.

Garis
Di dalam sebuah foto, garis membimbing mata fotografer untuk memperhatikan sekitar objek, sehingga menghasilkan foto yang menarik. Misalnya, garis yang tidak sama bisa dianggap sebagai penyampaian suasana hati yang berbeda. Garis horizontal berarti stabilitas, vertikal adalah kekuasaan, kekuatan, dan pertumbuhan, sementara diagonal menyampaikan tindakan dan dinamisme.

Cahaya
Cahaya adalah salah satu dasar yang harus benar-benar Anda pahami jika ingin memotret. Sebab fotografer harus tahu berapa banyaknya cahaya dan arah cahaya yang bisa mempengaruhi hasil foto. Arah datangnya cahaya merupakan esensi penting yang mengacu pada lokasi dan sumber asli cahaya untuk menentukan distribusi bayangan pada foto.

Pola dan bentuk
Ada tiga jenis aspek yang mendukung pola dan bentuk, yaitu, ritme, simetri, dan segitiga. Ritme adalah bentuk foto yang diulang, kemudian simetri merupakan foto yang diambil dari dua sisi yang berbeda, sementara segitiga terbentuk dalam sebuah foto oleh sebuah garis diagonal. Adanya pola dan bentuk akan membuat foto tampak lebih menarik.

Titik pandang
Dasar memotret terakhir adalah titik pandang posisi foto diambil. Titik pandang yang berbeda antara fotografer dapat menghasilkan foto dan persepsi yang berbeda. Hasil foto dari titik pandang rendah berarti dominasi, kekuatan, dan otoritas. Sebaliknya, titik pandang tinggi menyampaikan kerentanan dan kelemahan.

Beberapa hal yang harus diketahuai oleh fotografer pemula:

1. LENSA 

Semakin besar angka mm nya dari sebuah lensa, maka semakin sempit sudut pandangnya (=picture coverage).  Semakin kecil angka mm nya, maka semakin luas/lebar sudut pandangnya.

2. DIAFRAGMA 

Diafragma menentukan banyak sedikitnya sinar yang masuk melalui lensa.  Semakin kecil angka diafragmanya, maka semakin banyak sinar yang masuk.

Diafragma menentukan kualitas lensa.

Makin kecil angka diafragmanya berarti makin tinggi kualitas lensa nya.

Diafragma biasa disingkat f, biasa juga disebut Aperture atau Bukaan.

3. PANJANG LENSA

Panjang lensa  biasa disebut Focal Length (biasa mempunyai satuan mm).

Panjang lensa mempengaruhi:

  • JARAK pemotretan
  • SUDUT pandang
  • PEMBESARAN
  • FASILITAS BUKAAN DIAFRAGMA

Lensa Khusus:

  • Lensa Makro (biasa disebut Macro Lens)
  • Penambahan panjang lensa (biasa disebut Tele Converter atau Extender)
  • Lensa pengoreksian perspektif pada subjek
  • Lensa Lunak (biasa disebut Soft Focus Lens)

4. SIFAT FILM Kualitas sebuah gambar sangat ditentukan oleh kepekaan film tersebut terhadap sinar (biasa disbet ISO/ASA/DIN).  ISO/ASA RENDAH:  Menghasilkan detail gambar yang lebih tajam (butir halida perak lebih halus).

Setelah memahami dengan baik dasar fotografi, Anda bisa terus belajar dengan semakin sering memotret berbagai objek menarik yang Anda temukan.

Categories: dasar fotografi, fotografi, tips fotografi | Tags: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.